Strategi Menulis Publikasi Internasional berdasarkan Sistematika Artikel Jurnal
Secara umum, setiap jurnal memiliki sistematika yang berisi: Title (Cover Page); Abstract (and Keywords); Introduction/Background; Literature Review (tidak harus);
Methodology; Results and Discussion; Conclusion; dan References. Subbagian
ini mendeskripsikan strategi
praktis yang menulis
publikasi jurnal internasional bereputasi berdasarkan
sistematika tersebut disertai contoh praktis. Prinsip umum menulis ilmiah
adalah ringkas, padat, tetapi lengkap
dan jelas/konkret (dibatasi jumlah halaman atau jumlah kata). Artinya, pembaca harus dapat mengerti tulisan kita tanpa harus
bertanya kepada kita dan dapat
melakukan hal yang sama/mengembangkan riset kita hanya dengan melakukan sitasi tulisan
kita (Pratomo, 2015).
Menulis judul (Tema artikel)
Judul merupakan
perwujudan tema riset yang dipublikasikan. Judul bagaikan etalase toko yang membuat orang yang lewat dapat langsung tertarik
berkunjung ke dalam toko itu.
Agar dapat
menarik perhatian, judul mengandung dua hal, yaitu (a) tema menarik dan penting serta (b) teknik penulisan judul. Tema
harus menarik, bukan hanya bagi diri kita, tapi, juga bagi orang lain. Biasanya tema yang menarik
karena dianggap penting
atau memiliki kontribusi keilmuan dan praktis yang
tinggi. Agar dapat menghasilkan tema menarik, tidak cukup hanya memperlihatkan judulnya, tetapi, penulis
harus dapat menjelaskan adanya kesenjangan (research gap) dan menawarkan fill the gap, yaitu upaya memberikan
solusi mengatasi kesenjangan itu. Penjelasan ini diletakkan dalam bagian pendahuluan (introduction/background).
Tema menarik,
misalnya, mengembangkan kajian sebelumnya: menguji/membuktikan teori, model atau replikasi hasil riset,
menerapkan teori/model dalam konteks berbeda dengan menanyakan apakah
masih berlaku universal atau menawarkan
ide baru: model, metode, teori, perspektif. Semestinya, tema ini sudah muncul saat merencanakan riset, yaitu merencanakan riset yang berorientasi publikasi jurnal internasional.
Jadi, prinsip
menulis judul adalah menarik, berbeda, bila perlu agak bombastis, tapi, tetap relevan
dengan isi. Contoh:
⚫
Kriyantono,
R. (2015b). Contemporary rhetoric deconstruct rhetorical approach in
public relations
research development. International Journal
of Development Research, 5(6), 4819-4825 (mengandung kebaruan, yaitu pengenalan pendekatan
baru public relations rhetoric, yang menggeser pandangan
lama bahwa retorika
hanya untuk komunikasi publik).
⚫
Everett, J. (1993). The Ecological Paradigm in Public Relations Theory and Practice.
Public Relations Review, 19(2), 177-185
(mengandung kebaruan, yaitu mempromosikan bahwa public relations
bukan hanya praktik
tapi sudah menjadi
kajian ilmu karena sudah mempunyai
paradigm keilmuan).
⚫
Greenwood,
C. A. (2010). Evolutionary theory: The missing link for conseptualizing
Public
Relations. Journal of Publis Relations
Research, 22(4), 456-476 (mengandung kebaruan
karena menjelaskan keterkaitan antara public relations dengan pemikiran Darwin,
bahwa pemikiran Darwin adalah metateori
kajian public relations, yang sebagian besar
ilmuwan/praktisi public relations belum memahaminya, tercermin dari kata ‘mising link’).
Menulis Abstract
Abstract adalah isi artikel yang
dipersingkat. Berisi tiga hal pokok: tujuan penelitian; cara melakukan penelitian (metodologi)/data; dan hasil yang
diperoleh. Hasil kuantitatif perlu disampaikan (kalau ada) tetapi
hanya hasil kunci saja, tidak perlu detail.
Abstract ditulis
tanpa paragraf
(yaitu berbentuk ‘balok’), biasanya satu spasi, tanpa mencantumkan referensi, lebih baik ditulis terakhir setelah
tulisan lengkap, dan jumlah kata antara 100-400 kata (sesuai policy jurnal).
Contoh abstract untuk artikel hasil riset,
berisi tiga hal pokok: tujuan penelitian (ada
pada kata ‘addresses’);
metodologi (A web-based experiment);
dan hasil penelitian (findings revealed):
The contingency theory of public relations relies heavily on the
concept of threat without fully developing
the concept as well as its operationalization. This study addresses this weakness through the exposition of 2 key dimensions
of threats in crises as threat type and duration, and empirically testing their effects on public relations
practitioners’ cognitive appraisal of threats, affective
responses to threats,
and the stances taken in threat-embedded crisis situations.
A Web-based
experiment on 116 public relations practitioners was conducted usinga2 (external vs. internal threat
type) × 2 (long-term vs. short-term threat duration) within-subjects design.
The findings revealed the main effects of threat type
and threat duration on threat appraisal, emotional arousal, and degree of
accommodation. Interaction effects
indicated that external and long-term threat combination led to higher
situational demands appraisal and more intensive emotional
arousal (Jin & Cameron, 2007).
Contoh abstract untuk artikel
konseptual (bukan riset), juga berisi
tiga hal pokok: tujuan
artikel, metode, dan hasil penyajian.
The article
aims to enrich the development of public relations
research approach. The development
can be conducted by deconstructing the focus of rhetorical study: from
classical rhetoric to contemporary
rhetoric. Rhetoric is vital to society to exist because rhetoric is the use of symbols,
conducted by individuals and organizations, to influence opinions,
understanding, and actions.
Contemporary rhetoric focuses
not only on public speech communication
but also on the use of symbols. As a result, it extents the scope of rhetorical study, from political communication to
other field of interest, including public relations and its branch of study, crisis management. By conducting critical
ethnography, the author explored
rhetorical phenomena as a part of crisis management dealing with crisis. In sum, the deconstruction creates a concept of public relations rhetoric (Kriyantono, 2015b).
Menulis Introduction/Background
Introduction berisi deskripsi masalah
yang dikaji, yaitu
munculnya kesenjangan/gap sehingga menarik diteliti, yang membuat pembaca untuk masuk ke fokus penelitian. Penulis
harus tetap fokus isu (tema),
yaitu masalah/pertanyaan yang relevan dengan studi (tidak lari kemana-mana dan tidak bertele-tele). Lebih baik penulis berangkat dari hal-hal umum menuju
khusus, tetapi tetap fokus pada masalah, dan akhirnya mengarah ke tujuan
penelitian. Introduction berisi review beberapa riset terdahulu, teori,
dan bila perlu data pra- observasi untuk mendeskripsikan perkembangan kajian dan memunculkan kesenjangaan/research gap dan
fill the gap. Research
gap juga dapat muncul dengan
menjelaskan kelemahan dan keunggulan riset terdahulu. Pada akhirnya dapat menunjukkan
perbedaan dari riset yang sedang ditulis
penulis. Fill the gap merupakan
solusi yang ditawarkan penulis dan inilah tujuan
artikel penulis. Misalnya, menawarkan cara investigasi baru/berbeda pada topik/aspek yang sama dengan riset terdahulu. Jika tujuan mampu dirumuskan dengan baik maka menjadi
manfaat/kontribusi artikel.
Contoh tulisan tidak
bertele-tele:
Judul: Public
Relations and Corporate
Social Responsibility in Mandatory Approach
Era in Indonesia (Kriyantono, 2015c). Awal Introduction harus langsung membahas yang terkait judul, yaitu langsung membahas CSR atau mandatory
approach (terserah fokus sentral penulis). Penulis
berangkat dari hal umum, yaitu ‘CSR yang makin
berkembang’:
Over the last decade, the study of CSR in profit organization has
developed gradually (Lee & Shin, 2010; Maignan, 2001; Shah &
Chen, 2010). CSR has been an important
concept in practical business as well as scientific study (Dincer &
Dincer, 2013; Turker, 2009), which
has been a research area containing large amounts of literature (Seth, 2006), and researchers has found that many
companies relied on the result of it (Bhattacharya, Korschum, & Sen, 2009; Estanesti, 2013; Hai-yan, Amezaga,
& Silva, 2012; Kanji & Chopra,
2010). CSR is an company program to get involved in social matters by giving contribution and valuable benefit
toward economic and social welfare
development within the company’s daily operations (Kanji
& Chopra, 2010; Kriyantono, 2012a; L’Etang, 1994; Turker, 2009).
Contoh sistematika isi introduction:
Judul: Public Relations
and Corporate Social Responsibility in Mandatory Approach
Era in Indonesia (Kriyantono,
2015c).
▶ Paragraf 1: Over the last decade,
the study of CSR in profit organization has
developed gradually in practical business as well as scientific
study, containing large amounts
of literature.
▶ Paragraf 2: CSR is not avoidable:
(i) the public claims the business companies
to be
ethical, environmentally and socially
responsible because of technological & democratization
era; (ii) is important factor for consumers to purchase by evaluating the company’s credibility.
▶ Paragraf 3: As a result
of the gradual development of CSR: (i) there are various
definitions with multiple aspects
of responsibility; (ii) However, there is no consensus on who should apply CSR, whether it is directly managed by CEO
or it is public relations function
and the goals: for gaining company profit and for doing company’s responsibility to society.
▶ Paragraf 4: Although CSR grew with various worldviews,
it is found that there is a lack of measurement and comprehensive multidiscipline model. (Sudah mulai muncul
kesenjangan/gap, yang disusun dari paragraf 1-3 sebelumnya).
▶ Paragraf 5: Description
of models which potentially: (i) involves multiple aspects of
responsibility; (ii) accepted in
Western & Eastern contexts. The description leads to the two model (KCCSR & Turker). (Sudah
mulai muncul solusi/fill the gap, yaitu menawarkan model di tengah keberagaman model)
▶ Paragraf 6: How if the models are combined? The reasons: (i) both have similarity;
(ii) provides a solid foundation to
understand CSR; (iii) to reduce the similarity or the sameness in process
of replication to gain greater
its potential contribution. (Penekanan solusi, yaitu ada pengombinasian
model disertai alasannya).
▶ Paragraf 7: The current research
aims to evaluate CSR in Indonesia,
a first nation in
the world that adopt a mandatory
approach to CSR: (i) CSR is compulsory; (ii) There are seven regulations which give CSR an attribution of
obligatory; (iii) However, regulations
have not determined the CSR measurement & CSR has not been perceived important. (Sudah
secara eksplisit menyatakan tujuan, yaitu penggunaan kombinasi model untuk Indonesia, disertai alasannya).
▶ Paragraf 8: The research in Indonesia context
contributes to
widen CSR study in
developing country: (i) CSR has
been conducted gradually in Asian companies; (ii) however, the number of studies are less and still scarce than
Western Countries; (iii) Asian people
emphasizes the reciprocal responsibility and harmony
between individual and
society, but, CSR existed earlier in Western countries. (Secara
eksplisit menyatakan kontribusi/manfaat bagi kajian teoritis jika tujuan berhasil
dilaksanakan).
▶ Paragraf 9: Menyatakan general conclusion of
introduction: The cultural
characters above is linked to
scholars’ statements that there are cultural and social norms differences among the countries
that are assumed
to affect CSR implementation.
Regarding the obligation of CSR in Indonesia, it is interesting to reveal
whether CSR is representative of local wisdom (voluntary help others) or is
a form of obligation only. Although it was found that CSR in Indonesia
has its foundation in cultural and ethical norms, the current research aims to offer a general standard
to apply in different regions in Indonesia.
Menulis metodologi
Metodologi harus
ditulis konkret, yaitu mencakup what to
do & how to do yang jelas sehingga
jika orang lain akan melakukan
penelitian serupa dapat melakukannya tanpa harus
bertanya pada
penulis. Metodologi biasanya disajikan secara naratif (running style) sehingga penulis harus mengurangi pointers. Deskripsi
tentang statistik mutlak diperlukan jika pendekatannya
kuantitatif.
Contoh:
Sumber: Jeong (2009).
Menulis Results &
Discussions/Findings
Berisi hasil
temuan dan mengaitkan dengan penelitian sebelumnya dan teori. Hasil diskusi merupakan sikap penelitian kita:
setuju, berbeda atau menawarkan hal baru. Penulis dituntut menemukan pola-pola hubungan antardata sehingga memunculkan proposisi.
Contoh:
From field observations, the victims have been oppressed by more
powerful groups therefore the victims
must struggle to gain their right. This is consistent with Marxism that
economical-profit oriented directed any efforts to manage the crisis. Moreover,
the victims did not have a great
chance to access any means of production, included mass media and formal communication channel. The
situation of oppression and unfairness happened at the beginning of the crisis. Adopting
Toth’s (2002), it can be concluded that crisis management conducted only a one way flow of
information, argument, and influence whereby the company only disseminated its rhetorical views and dominated the
victims. The rhetorical strategy was applied
on behalf of the company’s interest and even sometimes applied to distorted and avoided truth. From Berger-Luckman’s (1967) idea, it can be said that the rhetoric will be an objective reality
depends on two factors: (i) how the construction is shaped; (ii) the
power
to communicate that the construction itself is about something that
people believe is a social reality. Unlike previous studies, the result
shows that there is no significant impact of the freedom of press toward news objectivity. Field observation
reveals that mass media is a tool to disseminate the company’s points of views more subtly
(Kriyantono, 2012).
Contoh membangun proposisi:
Bermula dari deskripsi results
& discussion: Jika dikaitkan dengan posisi struktural humas, ada temuan menarik. Sebagian memang
membuktikan teori Exellence (Grunig,
dkk, 2002), yaitu praktisi humas yang
memiliki bagian tersendiri dan tidak di bawah koordinasi bagian lain, mengaku kemampuan utama humas adalah
kemampuan manajerial sedangkan humas yang
tidak memiliki bagian tersendiri menyebut kemampuan teknis pada ranking
teratas. Tetapi, data di lapangan
tidak membuktikan prinsip teori Excellence
lainnya, yaitu tugas manajerial
berkorelasi dengan posisi humas dalam struktur atas, karena semua humas dalam penelitian ini, tidak berada pada struktur
atas, tetapi sebagian besar mengaku memiliki dan melakukan tugas
manajerial.
Dari deskripsi ini maka proposisinya:
-
Semakin berdiri sendiri struktur Humas maka
semakin melakukan peran manajerial, atau
-
Kemampuan manajerial
makin dirasakan pada humas yang memiliki bagian tersendiri
-
Humas dimungkinkan melakukan peran manajerial
meskipun tidak memiliki posisi di struktur atas dalam organisasi.
(Sumber: Kriyantono, 2015d)
Menulis Conclussion (Simpulan)
Menurut Pratomo (2015), conclusion berisi
empat aspek, yaitu menyimpulkan riset; menyampaikan
kontribusi dan implikasi riset; menyampaikan limitasi riset; dan memberikan saran untuk riset selanjutnya. Hindari
conclussion yang terlalu singkat atau terlalu rinci, memasukkan
saran/implikasi kebijakan tetapi tidak terkait dengan hasil/temuan, dan terlalu banyak
angka (kuantitatif).
Contoh conclusion berdasarkan empat aspek:
1. Menyimpulkan
riset: The study has described communication management
conducted by public relations (PR)
practitioners of high educational institutions. It also created several propositions, i.e. if PR is on
high structural position he/she will tend to do managerial roles. PR is not always on high structural position
to be involved in decision making process and to gain direct
access to top leaders.
2. Menyampaikan
kontribusi riset bagi pengembangan ilmu: The research
findings have confirmed that not all principles of excellent theory can be
applied universally. Some principles are adjusted
or applied differently in Indonesian contexts.
3. Menyampaikan
limitasi riset: The study has limitation in generalizing data
because it focused on the informants’ constructions within limited
contexts. The results
cannot be extrapolated to other context and it depends.
4. Saran
untuk riset selanjutnya: In order to gain
significant result whether the excellent theory
can be applied in any different context in Indonesia, for future research, quantitative methods, such as an experimental and a survey research, can be
conducted to investigate the correlation between
government and private
organizations. (Kriyantono, 2015d)
Menulis References
Beberapa prinsip
menulis references, yaitu hindari plagiat
dengan menulis sumber
kutipan dengan jelas, gunakan
prinsip relevansi, pilih sumber yang
baru (kecuali sangat penting dan tidak ditemukan di sumber
lainnya), artikel di Jurnal diutamakan (hindari blog), pilih references yang dapat dilacak secara online, ikuti pedoman
references dari jurnal yang kita
tuju, dan reference yang ada di teks harus sama dengan di daftar reference.
Selain itu, ada kecenderungan
jurnal bereputasi untuk melihat apakah penulis memakai referensi yang terbit dari jurnal yang bersangkutan.
Bagaimana jika ditolak?
Semakin besar
keinginan agar artikel kita dimuat mesti dibarengi
oleh kesiapan kita jika
artikel ditolak. Apakah jika artikel kita ditolak, berarti artikel itu tidak
baik? Belum tentu. Bisa saja tema menarik, tapi, ada masalah
bahasa Inggris atau kualitas data.
Selain itu, rejection rate jurnal internasional bereputasi memang tinggi (bisa sampai 90%).
Apa yang harus
dilakukan? Jangan larut ke dalam rasa marah dan putus asa. Pindah ke jurnal lain dengan tetap memperhatikan saran dari reviewer dan
editor sebelumnya. Berpikirlah positif bahwa penolakan
ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan
menulis kita karena kita telah menerima hasil review.
Berita Kecelakaan Hari Ini: Sebuah Truk Tangki Terguling di Km 100 Tol Cipularang
Berita Kecelakaan Hari Ini - sebuah truk tangki di KM 100 Tol Cipularang, hari ini Selasa 23 Agustus 2022, di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
Truk tangki yang memiliki bobot sekitar 30 ton nyaris masuk dalam jurang sisi kiri jalan tol.
Akibat kecelakaan truk yang bermuatan tepung ini membuat arus lalu lintas di tol tersendat.
Kendaraan yang bernomor polisi B 9656 TEI yang mengangkut tepung ini berangkat dari Jakarta ke bandung. Menurut salah satu saksi, supir diperkirakan mengantuk.
Evakuasi dari kendaran itu sudah berlangsung. Sudah ada mobil derek dari pihak PJR yang turun ke TKP.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya terperosoknya mobil tangki berwarna putih menutup Sebagian jalan. Kemacetan tidak terhindarkan.
Kendaraan pada awalnya mencium bahu jalan. Mobil derek berwarna kuning beraksen biru berupaya untuk mengangkat mobil bermuatan tepung itu. Berita Kecelakaan Hari Ini.
Puluhan orang dari Jasa Marga terlihat turun ke jalan Tol Cipularang. Pasukan dari Jasa Marga membantu arus lalu lintas yang diwarnai dengan kemacetan menjadi lebih kondusif.
Saling bantu membantu, pihak PJR yang berseragam merah juga berusaha untuk mengangkat truk tangki bermuatan tepung. Koordinasi antara PJR dan Jasa Marga terlihat sangat kompak
Syukurnya dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Yang menjadi PR adalah evakuasi dari mobil saja.
Walaupun begitu penyebab dari kecelakaan ini masih belum diketahui. Untuk sementara diperkirakan supir mengantuk.
Video ini diupload pada akun Instagram @net2netnews dan sudah ditonton sebanyak 4668 kali. Like pada video ini berjumlah 196 dan dikomentari baru 1 kali.
Demikian informasi mengenai kecelakaan tunggal di KM 100 Cipularang. Mari kita selalu fokus dalam berkendara. Berita Kecelakaan Hari Ini.
